Saat aku diceritakan olehnya aku langsung terdiam tak dapat berkata apa-apa lagi
Sempat ku meneteskan air mata tapi aku berfikir dan terdiam dalam lamunanku
Untuk apa aku menangis?untuk apa aku percaya dengan orang lain ?
Harusnya aku lebih percaya dengan dia orang yang aku sayang
Aku yakin dia tak kan berani bermain api,aku yakin !
Kalaupun dia berani melakukannya
Aku akan berdoa
Ya Allah,jika dia bermain api cabut aja nyawanya
Aku akan lebih ikhlas dia hilang ditanganmu daripada dia hilang ditangan orang lain
Aku terlanjur sayang dengan dia
Hatiku terlalu berat untuk kehilangan dia
Aku bagaikan keracunan cinta darinya
Seperti orang bodoh
Bodoh karena cinta
yang entah dia jodohku atau bukan
Tapi,pada intinya aku sayang dia
sangat sayang,sangat sangat sayang
Harus Bagaimana
Tentang Rindu
Tentang rindu....
Tentang semua rasa yang aku rasakan terhadapmu.....
Tentang semua pikiran yang tak karuan tentang kamu...
Tentang,tentang,tentang rindu padamu..
Semua kurasakan tapi entah bagaimana kamu terhadapku ?
Aku tak peduli mau kamu rindu,tidak tau apalah
karna pada intinya semua rasa ini telah aku rasakan
walau aku hanya merasakannya sendiri,tapi aku punya Tuhan yang aku yakini bisa mengetahui perasaanku..
Aku rindu kamu,tapi akan ku sampaikan rindu ini kepada pemilik utuh hatimu
biarkanlah Dia yang menyampaikan rinduku padamu
biarkanlah Dia yang memberi rasaku yang aku rasakan untukmu....
Ya...mungkin semuanya hanya lewat tulisan yang tak jelas artinya
tapi,daripada aku hanya bisa memendam semua lebih baik kutuliskan
kutuliskan lewat ketikan yang aku tuliskan dengan hati,pikiran...
Aku rindu kamu
rindu yang sangat merindu
tapi aku sadar pada siapa rindu ini harus aku sampaikan :)
Selamat malam kesayanganku <3
Selamat menikmati malammu :)
Ibu
Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya.Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku ‘dipaksa’ membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Bahkan sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut.
Tugas PLH ' menanam tanaman hias '
Menanam Tanaman Hias
Hai...Selamat datang diblog widya
Disini widya mau mempublikasikan Tugas PLH(Pendidikan Lingkungan Hidup)
Ditugas ini widya mempraktikan cara menanam tanaman hias
Tanaman hias ini bisa teman-teman gunakan untuk hiasan dikebun kecil didepan rumah :)
Nah,untuk langkah pertamanya kita bisa siapkan alat-alatnya seperti :
1. 1 buah pot bunga
2. Pisau,pisau ini gunakan yang ukuran besar bukan yang digunakan untuk memotong bawang yaaaa
3. Ember
Nah,untuk bahannya kita bisa gunakan seperti :
1. Tanaman Hias
2. Tanah
3. Air
Langka-Langkahnya
1. Kita siapkan alat dan bahan
2. Kemudian masukan tanah kedalam pot tetapi jangan terlalu penuh cukup setengahnya saja
3. Setelah itu masukan tanaman hias dan masukan tanah kembali sampai penuh
4. Kemudian gemburkan tanah dan siram secara teratur agar tanaman hias tetap segar
Simple kan ?
Silahkan dicoba :)
by : Widya Fitrianti
XII Keperawatan 4
Toko Krudung ' Widya Collection '
EgOkaH aKu ^^ WaLi ^^
<iframe title="YouTube video player" width="480" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/EiTKPZE54SY" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>











